Lembaga Konsumen Yogyakarta …

8 September 2017 // 0 Comments

Lembaga Konsumen Yogyakarta
Participating on

Traditional food and scientech festival , 8-10 september 2017 @ taman pintar Yogyakarta

Promoting sutainable priduction and consumption with local food and Kelompok Konsumer Sadar ( Lokal Consumer groups from wareng Gunung Kidul, Cokrodiningratan and Kotabaru).

Go Consumer!
Go Local Food!
Go LKY

LKY Minta Korban Travel Amanah Mengadu ke Polisi …

23 August 2017 // 0 Comments

LKY Minta Korban Travel Amanah Mengadu ke Polisi

21 Agustus 2017

YOGYAKARTA (Garudanews.id) – Lembaga Konsumen Yogyakarta meminta masyarakat yang menjadi korban dugaan kasus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah Yogyakarta dengan modus penipuan menyerupai Biro Umrah First Travel segera mengadu ke lembaga itu atau kepolisian setempat.

“Kami berharap masyarakat yang merasa sebagai korban melapor dulu. Kami menduga di Yogyakarta korbannya cukup banyak,” kata Sekretaris Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Dwi Priyono di Yogyakarta, Minggu.

Dwi mengatakan berdasarkan penelusuran dan informasi yang diterima LKY, “Amanah” sebetulnya merupakan kelompok pengajian biasa. Pengelola kelompok pengajian itu, kata dia, selanjutnya, memberikan tawaran jasa pemberangkatan umrah kepada masyarakat atau jamaah yang rutin mengikuti kelompok pengajian itu sejak 2015.

“Ini kelompok pengajian. Unsur penipuannya ada sejak 2015,” kata dia.

Menurut Dwi, modus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan First Travel. Jika ada jamaah yang sudah diberangkatkan, menurut dia, biaya pemberangkatannya berasal dari biaya orang yang mendaftar belakangan. “Saya menduga unsur penipuannya nanti mungkin lebih banyak dibanding First Travel. Sayangnya sedikit yang mau mengadu, kebanyakan hanya pasrah saja,” kata dia.

Menurut Dwi, jika sudah banyak yang mengadu, LKY akan mengundang pihak pengelola kelompok pengajian itu untuk dimintai klarifikasi dengan mengundang pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. “Oleh karena itu fokus kami sekarang ini sebetulnya bukan lagi First Travel tapi Amanah,” kata dia, seperti yang dikabarkan antara.

Khusus untuk korban First Travel di Yogyakarta, LKY telah menerima aduan dari delapan orang korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah yang terkenal menawarkan biaya murah itu.

“Meski delapan yang melapor, informasinya ada sekitar 100 orang di Yogyakarta yang menjadi korban. Kalau ditaksir total kerugian mencapai Rp1,7 miliar,” kata Ketua LKY Saktyarini Hastuti.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid meminta masyarakat memilih jasa biro travel haji dan umrah yang telah memiliki izin penyelenggaraan di daerah itu.

“Untuk biro haji dan umrah yang belum memiliki perizinan di daerah, kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk pengurusan visanya,” kata dia.

Untuk memastikan biro perjalanan haji dan umrah kredibel dan memiliki legalitas yang jelas di daerah, Lutfi menyarankan masyarakat datang langsung ke Kanwil Kemenag DIY untuk mendapatkan daftar nama-nama biro perjalanan yang resmi dan layak dipilih.

http://garudanews.id/biro-travel-umroh-amanah-diduga-lakukan-penipuan/

Senin 21 Agustus 2017, 20

23 August 2017 // 0 Comments

Senin 21 Agustus 2017, 20:03 WIB

100-an Pendaftar Umrah di Yogya Diduga Tertipu Kelompok Pengajian

Usman Hadi – detikNews

Yogyakarta – Kasus penipuan calon jamaah umrah juga terjadi di Yogyakarta. Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) telah menerima laporan setidaknya dari 10 orang yang menjadi korban.

Sekretaris LKY, Dwi Priyono menyampaikan bahwa sudah ada dua korban yang melapor langsung ke LKY. Saat melapor masing-masing mengaku mewakili setidaknya 10 korban. Dari pengembangan laporan tersebut, menurut Dwi jumlah korban sudah ada sekitar 100 orang. Mereka tertipu oleh kelompok pengajian yang menghimpun jamaahnya untuk umrah.

“Sudah ada korban yang melapor, yang melapor dua orang namun setidaknya mewakili 10 orang. Kasus mereka sama, makanya mereka bersama-sama secara kolektif mengadu,” kata Dwi kepada detikcom, Senin (21/8/2017).

“Ada beberapa kelompok, tidak semuanya mau mengadu tapi beberapa mau memberikan informasi. Di tahun 2015 itu ada 10 orang yang belum berangkat, di tahun 2016 (informasinya) ada sekitar 100-an orang belum berangkat, dan dijanjikan berangkat tahun ini. Tapi tahun ini tidak ada (yang berangkat),” ujarnya.

Karena tak kunjung berangkat beberapa jamaah memutuskan mengundurkan diri. Mereka juga meminta uang yang selama ini disetor agar dikembalikan. Namun sampai sekarang masih ada beberapa korban yang belum mendapatkan uangnya kembali.

“Ternyata juga mundur-mundur terus. Terakhir katanya akhir Bulan Juli (2017) mau dikembalikan (uangnya), tapi kenyataannya belum,” tandasnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, LKY dalam waktu dekat bakal mengumpulkan pihak-pihak terkait duduk satu meja. Harapannya kasus ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Namun bila tidak berhasil LKY mengaku bakal menempuh jalur hukum.

“Kami akan mengundang semua pihak mulai dari pihak terlapor, Kemenag (DIY) dan jamaah untuk mencari solusi bersama. Kami punya harapan kasus ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Kalau tidak bisa nanti kami akan menempuh jalur hukum,” ucapnya.

Dwi masih belum bisa memastikan apakah lembaga ini sudah berbentuk Biro Umroh atau belum.

“Namun saat pertama kali dilaporkan, (lembaga terlapor adalah) nama kelompok pengajian. Lalu (kelompok pengajian itu) mengkoordinir dan menelantarkan jamaah yang mau berangkat umrah dan haji,” jelas Dwi.

“Sebetulnya itu (kelompok pengajian ini) bisa dikatakan Biro Umrah, tapi apakah mereka sudah terdaftar atau belum saya tidak tahu,” tambahnya.

Dwi menjelaskan lembaga menyerupai Biro Umrah ini terbentuk dari komunitas pengajian. Dalam komunitas tersebut para jamaah yang ingin berangkat umrah ditampung, sekaligus difasilitasi keinginannya.

Jamaah kelompok pengajian saat itu tergiur berangkat umrah karena ditawari harga murah. Biaya umrah yang ditawarkan juga murah, mulai dari Rp 10 juta, Rp 15 juta, dan Rp 20 juta. Biaya umrah yang lebih murah ini disebut-sebut karena mendapat subsidi beberapa lembaga.

“Jadi mereka menyasar targetnya itu kumpulan pengajian, di mana jamaah-jamaah itu dibangkitkan semangatnya untuk berangkat ke Baitullah. Dengan semangat itu, katanya jamaah yang mau berangkat mau diberikan potongan atau subsidi dari beberapa lembaga,” ungkap Dwi.

Namun lembaga yang dimaksud tidak jelas. Sebab setelah dicek beberapa calon jamaah umrah, ternyata lembaga yang dimaksud tidak ada.

“Setelah beberapa jamaah mengecek, lembaganya (pemberi subsidi) sendiri tidak ada, hanya diklaim saja,” tutupnya.
(sip/sip)

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3608673/100-an-pendaftar-umrah-di-yogya-diduga-tertipu-kelompok-pengajian

[Terjadi Lagi] Korban Biro Umrah Amanah Yogyakarta …

23 August 2017 // 0 Comments

[Terjadi Lagi] Korban Biro Umrah Amanah Yogyakarta Diminta Mengadu

Korban Biro Umrah Amanah Yogyakarta Diminta Mengadu

LEMBAGA Konsumen Yogyakarta (LKY) meminta masyarakat yang menjadi korban dugaan kasus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah Yogyakarta dengan modus penipuan menyerupai Biro Umrah First Travel segera mengadu ke lembaga itu atau kepolisian setempat.

“Kami berharap masyarakat yang merasa sebagai korban melapor dulu. Kami menduga di Yogyakarta korbannya cukup banyak,” kata Sekretaris LKY, Dwi Priyono, di Yogyakarta, Minggu (20/8).

Dwi mengatakan berdasarkan penelusuran dan informasi yang diterima LKY, Amanah sebetulnya semula merupakan kelompok pengajian biasa. Pengelola kelompok pengajian itu, kata dia, selanjutnya memberikan tawaran jasa pemberangkatan umrah kepada masyarakat atau jemaah yang rutin mengikuti kelompok pengajian itu sejak 2015.

“Ini kelompok pengajian. Unsur penipuannya ada sejak 2015,” kata dia.

Menurut Dwi, modus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan First Travel. Jika ada jemaah yang sudah diberangkatkan, menurut dia, biaya pemberangkatannya berasal dari biaya orang yang mendaftar belakangan.

“Saya menduga unsur penipuannya nanti mungkin lebih banyak jika dibandingkan dengan First Travel. Sayangnya, sedikit yang mau mengadu, kebanyakan hanya pasrah saja,” kata dia.

Menurut Dwi, jika sudah banyak yang mengadu, LKY akan mengundang pihak pengelola kelompok pengajian itu untuk dimintai klarifikasi dengan mengundang pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

“Oleh karena itu, fokus kami sekarang ini sebetulnya bukan lagi First Travel, tapi Amanah,” kata dia.

Khusus untuk korban First Travel di Yogyakarta, LKY telah menerima aduan dari 8 orang yang menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah yang terkenal menawarkan biaya murah itu.

“Meski delapan yang melapor, informasinya ada sekitar 100 orang di Yogyakarta yang menjadi korban. Kalau ditaksir total kerugian mencapai Rp1,7 miliar,” kata Ketua LKY, Saktyarini Hastuti.

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Muhammad Lutfi Hamid, meminta masyarakat memilih jasa biro travel haji dan umrah yang telah memiliki izin penyelenggaraan di daerah itu.

“Untuk biro haji dan umrah yang belum memiliki perizinan di daerah, kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk pengurusan visanya,” kata dia.

Untuk memastikan biro perjalanan haji dan umrah kredibel dan memiliki legalitas yang jelas di daerah, Lutfi menyarankan masyarakat datang langsung ke Kanwil Kemenag DIY untuk mendapatkan daftar nama-nama biro perjalanan yang resmi dan layak dipilih. (OL-2)

https://www.kaskus.co.id/thread/599a7b0c1854f721658b4567/terjadi-lagi-korban-biro-umrah-amanah-yogyakarta-diminta-mengadu/

Tak Tepati Janji Calon Jemaah Umroh Yogyakarta …

23 August 2017 // 0 Comments

Tak Tepati Janji Calon Jemaah Umroh Yogyakarta Diduga Tertipu

Posted by: admin22/08/2017

Yogyakarta Jejaknews – Kasus penipuan mirip seperti Biro Umrah First Travel terjadi di Yogyakarta. Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mendapatkan informasi ada ratusan calon jemaah umrah yang hingga saat ini belum diberangkatkan.

Biro umrah bernama Amanah ini diduga menelantarkan ratusan calon jamaah umrah di Yogyakarta. Amanah awalnya berbentuk komunitas pengajian. Komunitas ini menampung dan berupaya memfasilitasi keinginan jemaah yang ingin berangkat umrah.

“Saya belum tahu apakah itu sudah berbentuk Biro Umrah atau belum. Namun saat pertama kali dilaporkan, ‘Amanah’ itu adalah nama kelompok pengajian. Lalu mengkoordinir dan menelantarkan jamaah yang mau berangkat umrah dan haji,” kata Sekretaris LKY, Dwi Priyono saat dihubungi Senin (21/8).

Dwi menerangkan bahwa LKY masih mencari tahu apakah Amanah sudah terdaftar atau belum. Pasalnya ada nama Biro Umrah Amanah lain di Yogyakarta.

“Nama Biro Umrah Amanah juga sudah ada di Yogyakarta. Sehingga kita cari tahu supaya tidak rancu,” ucap Dwi.

Dwi mengungkapkan bahwa sudah ada dua orang korban yang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan. Saat melaporkan, kata Dwi, setidaknya mereka mewakili 10 korban yang lain.

“Ada beberapa kelompok, tidak semuanya mau mengadu tapi beberapa mau memberikan informasi. Di tahun 2015 itu ada 10 orang yang belum berangkat, di tahun 2016 ada sekitar 100-an orang belum berangkat, dan dijanjikan berangkat tahun ini. Tapi tahun ini tidak ada (yang berangkat),” papar Dwi.

Dwi menjabarkan bahwa karena tak kunjung diberangkatkan ada beberapa jamaah yang akhirnya mengundurkan diri. Para jamaah ini meminta uang yang selama ini disetor agar dikembalikan. Namun sampai sekarang masih ada beberapa korban yang belum mendapatkan uangnya kembali.

“Ternyata juga mundur-mundur terus. Terakhir katanya akhir Bulan Juli mau dikembalikan (uangnya), tapi kenyataannya belum,” urai Dwi.

Dwi menuturkan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan antara jamaah dengan Amanah, LKY akan mengumpulkan pihak-pihak terkait. Diharapkan paska pertemuan digelar bisa ditemukan solusi antara kedua belah pihak.

“Kami akan mengundang semua pihak, dari ‘Amanah’, Kemenag (DIY) dan jamaah untuk mencari solusi bersama. Kami punya harapan kasus ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Kalau tidak bisa nanti kami akan menempuh jalur hukum,” pungkas Dwi.

ken/mar

https://www.jejaknews.com/peristiwa/tak-tepati-janji-calon-jemaah-umroh-yogyakarta-tertipu

Muncul Korban Biro Umrah Mirip First Travel di …

23 August 2017 // 0 Comments

Muncul Korban Biro Umrah Mirip First Travel di Yogya

Metrotvnews – Jateng – 14 Aug 2017, 17:28 WIB

Warga menunggu mengurus pengembalian dana atau “refund” terkait permasalahan umroh promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7). (Antara/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kasus dugaan penipuan agen perjalanan umrah First Travel menyebar hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain First Travel, muncul biro umrah lain yang diduga melakukan kejahatan serupa.

Fakta itu terungkap dari aduan yang masuk ke Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY). Saktyarini Hastuti (Tuti) ketua lembaga itu bilang, institusi yang diduga melakukan penipuan adalah Biro Umrah Amanah.

Modusnya, mirip dengan First Travel. Yakni, harga murah dan bisa dicicil. Namun, nyatanya banyak yang belum diberangkatkan hingga sekarang.

LKY, kata dia, akan meneruskan aduan tersebut ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia serta Kementerian Agama. Tuti berjanji lembaganya akan membantu pengembalian uang korban.

“Kami masih akan coba bantu terus supaya uang korban kembali,” ujar Tuti saat dihubungi di Yogyakarta, Senin, 14 Agustus 2017.

Selain Biro Umrah Amanah, beberapa warga Yogya juga menjadi korban penipuan First Travel. Sedikitnya ada empat laporan para korban First Travel ke LKY.

Tuti menjelaskan para korban mulai melapor sejak Juli 2017. Mereka mengaku sudah membayar kepada First Travel sejak 2016 dan dijanjikan berangkat sebelum Ramadan 2017. Namun hingga kini mereka tak kunjung diberangkatkan.

“Jumlah nominal awal yang dibayarkan sekitar Rp15 juta. Kemudian diminta menambah lagi Rp7 juta. Tapi sampai sekarang tidak ada kejalasan berangkat,” jelas Tuti.

Sekretaris LKY Dwi Priyono menambahkan sebagian besar korban yang melapor adalah warga Bantul dan Sleman. Dari pengakuan korban mereka mendapatkan informasi First Travel dari internet dan selama ini pun mereka berhubungan langsung dengan First Travel di Jakarta.

Namun ketika tidak diberangkatkan pengurus First Travel di Jakarta mendadak sulit dihubungi. “Para korban mengaku sudah mencoba menelepon, kirim email atau menghubungi pihak First Travel di Jakarta tetapi tidak ada balasan. Mereka juga sudah berusaha menghampiri kantor First Travel di Yogya tapi tidak ada siapapun di sana,” ujarnya.

Ia menduga masih banyak warga DIY yang menjadi korban First Travel. Namun takut melapor. Mereka memilih untuk menunggu serta berharap masih bisa diberangkatkan. Ada pula beberapa yang pasrah dan menunggu pengembalian uang.

(SAN)

https://babe.news/amp/read/101234722/muncul-korban-biro-umrah-mirip-first-travel-di-yogya

Dugaan penipuan biro umroh Amanah direspon Kanwil …

23 August 2017 // 0 Comments

Dugaan penipuan biro umroh Amanah direspon Kanwil Kemenag DIY

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta – Pekerjaan rumah Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) yang tadinya fokus mengurusi calon jamaah umrah asal Yogyakarta yang ditipu PT First Travel, kini bertambah dengan korban penipuan dari Biro umroh lainnya.

Menurut Sekretaris LKY, Dwi Priyono, Biro umroh Amanah Yogyakarta dilaporkan oleh delapan orang calon jamaahnya dari 100 orang yang tidak diberangkatkan. Sekarang pihaknya masih menunggu pengaduan lainnya sebelum mengundang pihak pengelola ‘Amanah’ yang ternyata hanya sebuah kelompok pengajian biasa.

” Kami akan minta keterangan dari mereka sebagai klarifikasi, didampingi pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Oleh karena itu fokus kami sekarang ini sebetulnya bukan lagi terhadap delapan korban First Travel, akan tetapi juga delapan dari 100 korban Biro umrah ‘Amanah’, dengan total kerugian ditaksir Rp 1,7 miliar,” terang Dwi, Minggu (20/8).

Dengan penemuan terbaru ini, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) RI wilayah DIY, Muhammad Lutfi Hamid meminta masyarakat memilih jasa biro travel haji dan umrah yang telah memiliki izin penyelenggaraan di daerah itu.

” Untuk biro haji dan umrah yang belum memiliki perizinan di daerah, tentunya kami tidak akan atau pernah memberikan rekomendasi untuk pengurusan visa,” sebutnya.

Untuk memastikan biro perjalanan haji dan umroh kredibel dan memiliki legalitas yang jelas di daerah, Lutfi menyarankan masyarakat datang langsung ke Kanwil Kemenag DIY untuk mendapatkan daftar nama biro perjalanan mana saja yang resmi dan layak.

Untuk kasus Biro Travel Amanah yogyakarta, dugaan sementara selain 100 orang korban yang terdeteksi oleh LKY, masih banyak lagi yang ragu untuk melaporkan. Dan masalahnya kini masih dalam pantauan LKY sebelum nantinya diserahkan kepada kepolisian.

Adapun berdasarkan penelusuran LKY, modus ‘Amanah’ ini diduga serupa dengan First travel, yakni dengan cara memberangkatkan orang menggunakan biaya dari mereka yang mendaftar belakangan. Berarti kemana sebagian dana yang seharusnya mereka gunakan untuk memberangkatkan jamaah itu ?

http://beritahati.com/berita/33444/Dugaan%2Bpenipuan%2Bbiro%2Bumroh%2BAmanah%2Bdirespon%2BKanwil%2BKemenag%2BDIY

LKY Minta Korban Biro Umrah Amanah Mengadu …

23 August 2017 // 0 Comments

LKY Minta Korban Biro Umrah Amanah Mengadu

“Modus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan First Travel. Jika ada jamaah yang sudah diberangkatkan, biaya pemberangkatannya berasal dari biaya orang yang mendaftar belakangan.”

YOGYAKARTA (Suara Karya): Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) meminta masyarakat yang menjadi korban dugaan kasus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah Yogyakarta dengan modus penipuan menyerupai Biro Umrah First Travel segera mengadu ke lembaga itu atau kepolisian setempat.

“Kami berharap masyarakat yang merasa sebagai korban melapor dulu. Kami menduga di Yogyakarta korbannya cukup banyak,” kata Sekretaris Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Dwi Priyono di Yogyakarta, Minggu (20/8).

Dwi mengatakan berdasarkan penelusuran dan informasi yang diterima LKY, “Amanah” sebetulnya merupakan kelompok pengajian biasa. Pengelola kelompok pengajian itu, kata dia, selanjutnya, memberikan tawaran jasa pemberangkatan umrah kepada masyarakat atau jamaah yang rutin mengikuti kelompok pengajian itu sejak 2015.

“Ini kelompok pengajian. Unsur penipuannya ada sejak 2015,” kata dia.

Menurut Dwi, modus penipuan yang dilakukan Biro Umrah Amanah tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan First Travel. Jika ada jamaah yang sudah diberangkatkan, menurut dia, biaya pemberangkatannya berasal dari biaya orang yang mendaftar belakangan. “Saya menduga unsur penipuannya nanti mungkin lebih banyak dibanding First Travel. Sayangnya sedikit yang mau mengadu, kebanyakan hanya pasrah saja,” kata dia.

Menurut Dwi, jika sudah banyak yang mengadu, LKY akan mengundang pihak pengelola kelompok pengajian itu untuk dimintai klarifikasi dengan mengundang pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. “Oleh karena itu fokus kami sekarang ini sebetulnya bukan lagi First Travel tapi Amanah,” kata dia seperti dikutip Antara.

Khusus untuk korban First Travel di Yogyakarta, LKY telah menerima aduan dari delapan orang korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah yang terkenal menawarkan biaya murah itu.

“Meski delapan yang melapor, informasinya ada sekitar 100 orang di Yogyakarta yang menjadi korban. Kalau ditaksir total kerugian mencapai Rp1,7 miliar,” kata Ketua LKY Saktyarini Hastuti.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid meminta masyarakat memilih jasa biro travel haji dan umrah yang telah memiliki izin penyelenggaraan di daerah itu.

“Untuk biro haji dan umrah yang belum memiliki perizinan di daerah, kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk pengurusan visanya,” kata dia.

Untuk memastikan biro perjalanan haji dan umrah kredibel dan memiliki legalitas yang jelas di daerah, Lutfi menyarankan masyarakat datang langsung ke Kanwil Kemenag DIY untuk mendapatkan daftar nama-nama biro perjalanan yang resmi dan layak dipilih.

Posko Pengaduan

Sementara itu di Jakarta, pihak kepolisian mencatat sedikitnya 820 orang telah mendatangi posko pengaduan terkait kasus agen perjalanan First Travel sejak posko dibuka pada Rabu (16/8).

“Jumlah total orang yang melapor ke crisis center ada 820 orang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul dalam pesan singkat, Minggu (20/8) malam.

Sementara jumlah pengaduan yang masuk melalui alamat email pengaduan korban.ft@gmail.com berjumlah 761 surat elektronik.

Menurut Martinus, hingga saat ini penyidik Bareskrim telah memeriksa sedikitnya 32 orang saksi dalam penyidikan kasus First Travel.

“Ada 32 saksi yang sudah diperiksa,” katanya.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Keuangan).

Kiki yang merupakan adik tersangka Anniesa Desvitasari Hasibuan, berperan ikut membantu tindak pidana penipuan yang dilakukan Anniesa dan kakak iparnya, Andika.

Laporan Antara menyebutkan, sedikitnya 70.000 calon anggota jemaah yang telah membayar biaya umrah kepada First Travel. Namun, hanya sebesar 35.000 anggota jemaah umrah yang bisa diberangkatkan.

Polisi memperkirakan kerugian yang diderita para anggota jemaah atas kasus itu mencapai Rp550 miliar.

***

http://www.suarakarya.id/detail/45971/LKY-Minta-Korban-Biro-Umrah-Amanah-Mengadu

Audiensi dengan Gubernur DIY

7 August 2017 // 0 Comments

MENYONGSONG 40 TAHUN LKY Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) telah berkiprah dalam perjuangan perlindungan konsumen di Yogyakarta khususnya dan Indonesia serta Dunia sejak 1978. Sebuah perjalanan […]

Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) telah berkiprah …

7 August 2017 // 0 Comments

Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) telah berkiprah dalam perjuangan perlindungan konsumen di Yogyakarta khususnya dan Indonesia serta Dunia sejak 1978. Sebuah perjalanan yang akan terus berlanjut dan bermakna tanpa kata usai. Isu perlindungan konsumen terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat, baik yang dipengaruhi oleh dinamika politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun perkembangan teknologi. Perkembangan yang terjadi tidak memperkuat kedudukan konsumen beserta perlindungan akan hak-haknya melainkan justru makin memperlemah posisi dan daya tawar konsumen.
Terwujudnya Keadilan Bagi Seluruh Masyarakat Konsumen, hanya dapat terwujud dengan kolaborasi dari masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha.

Hari ini,senin 7 Agustus 2017 LKY bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta guna menyampaikan berbagai permasalahan konsumen di wilayah DIY, sekaligus menegaskan kembali Ideologi LKY adalah pendidikan masyarakat sebagai ujung tombak perubahan dan keadilan konsumen.

Perempuan dan Energi Terkait sangat erat

29 March 2017 // 0 Comments

Perempuan dan Energi

Terkait sangat erat.
Dengan peran dan tugasnya sangat banyak, energi menjadi salah satu beban hidup perempuan.

Sehingga perlu diupayakan agar energi bersih , mudah, terjangkau dpt diakses perempuan, yg pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan perempuan dan anak2.

#newenergi
#tshe
#cleanstove

1 2 3 12