Featured Posts

Program Green Action Week

Posted by jwid | Posted in Agenda, Featured, Pers Release | Posted on 01-07-2015

0

LKY kembali dipercaya Consumers International untuk terlibat dalam program Green Action Week sebagai bagian dari program Sustainable Consumption. Didukung pendanaan dari “the Swedish Society for Nature Conservation (SSNC)” kegiatan ini akan dilangsungkan pada bulan September-Oktober 2015 mendatang. Pada tahun ini LKY mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Petani dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Nilai Tambah Produk Pertanian Organik di Gunung Kidul”. Program ini nantinya akan diisi dengan Capacity Building di kelompok-kelompok perempuan petani di GK serta memperluas akses pasar bagi produk mereka. Program ini juga akan melibatkan Kelompok Konsumen Sadar (KKS) di beberapa Kelurahan di Kota Yogyakarta sebagai mitra sekaligus kelompok sasaran. Program ini selanjutnya akan dibawa dan disebarluaskan melalui Kampanye Global GAW bersama dengan 40 organisasi dari 27 negara di benua Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Kampanye yang akan banyak menggunakan media elektronik dan jejaring sosial ini dilakukan sebagai bagian dari program GAW yang langsung ditangani oleh SSNC. LKY adalah satu-satunya lembaga dari Indonesia yang terpilih sebagai penerima grant GAF th 2015 ini. GAWSilahkan kunjungi juga greenactionweek untuk melihat aktivitas kampanye di tingkat global.

Supervisi WB Program TSHE

Posted by jwid | Posted in Agenda, Berita, Featured, Pers Release | Posted on 01-07-2015

0

Selasa 23 Juni 2015 di Kantor Baru Jl. Sriti No. 20 G Demangan Depok Sleman, LKY kedatangan 2 orang tamu dari Bank Dunia, yakni Olivia Tanujaya dari kantor perwakilan Bank Dunia Jakarta dan Laurent Durix dari kantor pusat WB di Washington. Keduanya datang sebagai bagian dari supervisi terhadap LKY sebagai team Monitoring dan Verifikasi Program Tungku Sehat Hemat Energi. Pada kesempatan itu dialog intensif dilakukan guna mengidentifikasi berbagai kendala dan masalah yang dihadapi LKY dalam menjalankan perannya sebagai tim M&V dalam Program TSHE. Dialog juga sampai pada rencana-rencana untuk memperbaiki dan merevisi beberapa bagian dari program TSHE. Pihak WB juga menginformasikan rencana untuk mengembangkan program ini ke Indonesia Timur, khususnya NTT. Pada kesempatan ini juga LKY memberikan masukan ke WB agar program ini ke depan makin baik dan berhasil. LKY pada kesempatan itu diwakili oleh beberapa aktivis yang terlibat dalam tim Call Center, yakni mbak Intan, mbak Anita, dan juga mbak Yuni. Hadir juga mbak Tutik, bu Ery, mas Dwi Priyono, selain pak Wid sebagai Program Manager dari Tim M&V TSHE ini. LKY tertantang untuk menjadi bagian dari program penyehatan lingkungan melalui TSHE ini sehingga diharapkan masyarakat Indonesia pengguna tungku makin sehat dan produktif sehingga kesejahteraan mereka pun meningkat.

Tim WB dan Aktivis LKY

Tim WB dan Aktivis LKY

Jpeg

Intan, Anita, Olivia, dan Durix

Program Tungku Sehat Hemat Energi

Posted by jwid | Posted in Agenda, Berita, Featured, Pers Release, Umum | Posted on 20-06-2015

Tags:

0

Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) diperkenalkan di Indonesia melalui pilot projectnya di DIY Jateng. Kerjasama antara Kementerian ESDM dan World Bank ini menggandeng juga GERES (organisasi yang bergerak di bidang lingkungan hidup) yang berbasis di Perancis. Bekerjasama dengan GERES, LKY ditunjuk sebagai Tim Monitoring dan Verifikasi dalam program TSHE ini. Pilot project berlangsung selama 1 tahun dan kerjasama antara GERES dan LKY  sudah ditandatangani pada bulan Maret 2015 yang lalu. TSHE merupakan tungku berbahan bakar kayu yang dapat menekan emisi karbondioksida dan debu halus, serta efisien dalam penggunaannya.

Pindah Kantor

Posted by jwid | Posted in Agenda, Berita, Featured, lain-lain, Pers Release, Profil, Umum | Posted on 20-06-2015

Tags:

0

LKY sejak 18 Juni 2015 sudah menempati kantor baruAlamat Baru LKY

Renstra LKY 2014-2018

Posted by jwid | Posted in Umum | Posted on 25-08-2014

0

Digelar di meeting room Gazebo kawasan Purawisata, aktivis LKY berkumpul untuk menyusun Perencanaan Strategis empat tahun mendatang. Difasilitasi sesepuh LKY Ibu Dra. Murniati Sutjipto MA. acara digelar hari Sabtu 23 Agt 2014 yang lalu. Ada 4 isu utama yang akan menjadi sorotan LKY ke depan yakni: Pangan (khususnya pangan lokal); Jasa Keuangan; Teknologi Informasi (Digital Era), dan Perlindungan Hukum. Keempat isu akan menjadi bagian dari pergulatan LKY melalui Pendidikan, Pengorganisasian, dan Advokasi. Sudah terumuskan Tujuan dan Output masing-masing disertai dengan rangkaian kegiatan yang direncanakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, baik internal maupun eksternal. Semoga Renstra dan hasil2nya ini bisa membawa perbaikan perlindungan konsumen di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat dalam suksesnya acara ini.

Sustainable Consumption and Production

Posted by jwid | Posted in Umum | Posted on 13-06-2014

0

LKY concern juga untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat, karena salah satu hak konsumen adalah hak atas lingkungan yang sehat. Maka pola konsumsi yang berkelanjutan mesti ditumbuhkan. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi energi (listrik) secara bijak dan hemat.

Sehubungan dengan itu, bekerjasama dengan SCP Project dan Kementerian Lingkungan Hidup, LKY mengikuti event pameran media yang diadakan AJI di UGM dengan membuka stand SCP. Di stand ini, terdapat berbagai informasi tentang SCP dan konsumsi berkelanjutan (konsumsi hijau) dan dilanjutkan dengan penelitian/survey tentang pola konsumsi energi di Yogyakarta.

Event pameran selama dua hari cukup menarik perhatian pengunjung dan bahkan digelar juga lomba membuat statement konsumsi hijau (sebagai bagian dari kampanye konsumsi berkelanjutan) dengan hadiah yang cukup menarik.

Sesudahnya dilakukan survey tentang pola konsumsi energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Survei ini sebelumnya didahului dengan pelatihan yang diberikan oleh Dr. Edzard, konsultas SCP dari Switch Contact.

Survei membuktikan bahwa ketersediaan produk elektronik hemat energi di pasar Yogya masih sangat terbatas dan harganya masih relatif mahal. Namun, harga yang mahal sebenarnya adalah sebuah investasi jangka panjang yang akan menguntungkan konsumen dan masyarakat.

Dari hasil survei ini selanjutnya akan digelar kampanye SCP yang masih dalam tahap perencanaan.

Semoga konsumen Indonesia makin peduli dengan kualitas lingkungan hidup.

Nasionalisme Konsumen

Posted by jwid | Posted in Agenda, Berita, Featured, Pendidikan | Posted on 13-06-2014

0

Era global berdampak pada masuknya barang dan jasa ke pasar domestik. Konsumen dihadapkan pada pilihan antara produk dalam negeri dan produk impor. Adakah dampak negatif yang ditimbulkan ketika konsumen cenderung mengkonsumsi produk impor?

Produk impor memang tidak selalu jelek dan berkualitas rendah. Bahkan produk impor seringkali justru lebih murah harganya daripada  produk domestik. Namun, kecenderungan konsumen mengkonsumsi produk impor terbukti ikut menentukan “kehidupan” industri domestik. Tanpa disadari, produk domestik justru tidak laku di negeri sendiri; dan akibat lebih jauhnya adalah pertumbuhan ekonomi yang terhambat serta menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tentu sebaliknya, makin banyak produk impor “laku” di negeri ini, makin mensejahterakan produsen asing.

Maka peran konsumen sangat signifikan dalam ikut serta meningkatkan neraca perdagangan dalam negeri melalui pola konsumsinya. Kesadaran untuk memilih produk dalam negeri ketimbang produk impor sangat penting. Konsumen mesti lebih kritis dalam menentukan produk pilihannya dan tidak semata-mata hanya didasari pertimbangan pribadi/kepentingannya saja, melainkan juga harus mempertimbangkan dampak negatifnya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Oleh karena itu dalam rangka membangun dan meningkatkan Nasionalisme Konsumen, LKY bekerjasama dengan YLKI menggelar Diskusi dan Workshop “Memperkuat Nasionalisme Konsumen di Era Globalisasi” bulan Oktober 2013 yang lalu. Harapannya tentu, peserta dapat menularkan kesadaran dan pengetahuannya kepada konsumen yang lain.

Selamat berjuang!

Musyawarah Anggota

Posted by jwid | Posted in Berita, Featured, lain-lain, Profil, Umum | Posted on 13-06-2014

Tags:

0

LKY menggelar Musyawarah Anggota (Musang) tgl 13-14 Juni 2014 di Hotel Kanna Kaliurang. Musang adalah forum tertinggi LKY untuk mengambil keputusan organisasi dan diselenggarakan minimal 4 tahun sekali. Pada forum Musang ini, direview kembali AD/ART organisasi, pertanggungjawaban Dewan Pengurus dan Pengawas, serta pembahasan program strategis ke depan dan diakhiri dengan Pemilihan Dewan Pengurus baru. Semoga Musang kali ini dapat sukses dan menghasilkan keputusan2 yang strategis bagi perbaikan perlindungan konsumen di masa depan.

Penumpang Batavia Air Harus Berbuat Apa?

Posted by admin1 | Posted in Pengaduan | Posted on 31-01-2013

0

Sumber: Tribunnews

Terhitung Kamis (31/1/2013) pukul 00.00 WIB, PT Metro Batavia berhenti melayani penumpang. Penghentian layanan transportasi udara ini dilakukan, karena Keputusan Pengadilan Niaga Jakarta memutuskan Batavia Air pailit. Keputusan ini dibuat menyusul permohonan pailit gugatan pailit dari perusahaan sewa pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC). Perusaan ini menyatakan bahwa Batavia Air lalai membayar uang sewa pesawat.

Akibat dari keputusan ini, para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket untuk keberangkatan sejak Kamis menjadi terlantar. Mereka yang sudah terlanjur siap di bandara menjadi bingung karena meja layanan Batavia Air tidak beroperasi lagi. Penumpang yang memegang tiket untuk hari-hari berikutnya juga cemas atas nasib tiket yang sudah telanjur dibayar. Apa yang harus dilakukan oleh konsumen? Ada beberapa pilihan:

a. Mengurus Sendiri

Dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) no 8/1999, konsumen  memiliki hak untuk hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

Ganti rugi di sini tidak hanya mendapatkan kembali uang pengembalian tiket, tetapi juga kompensasi atas kerugian yang timbul akibat gagalnya penyediaan alat transportasi itu. Misalnya untuk mengurus pengembalian tiket itu konsumen harus mengeluarkan ongkos transportasi dan pembelian pulsa. Ini juga dapat diklaim dalam tuntutan.

Konsumen bisa mengajukan permintaan ganti rugi kepada kantor maskapai Batavia Air.

b. Mengadu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen

Banyak konsumen yang meskipun dirugikan namun enggan untuk menuntut haknya. Mengapa? Karena prosesnya berbelit. Apalagi jika sudah sampai pada urusan hukum, maka semakin ribet. Untuk itulah UUPK membentuk sebuah badan arbitrase yang disebut Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Badan ini terdiri dari unsur konsumen, pelaku usaha dan pemerintah.

UUPK mengamanatkan bahwa BPSK harus dibentuk di setiap kabupaten dan kota. Namun sayangnya, belum semua kabupaten atau kota sudah memiliki BPSK. Konsumen dapat mengecek alamat  kantor BPKS terdekat yang dapat dilihat di sini.

Kasus yang diadukan oleh konsumen akan diputuskan oleh BPSK berdasarkan bukti-bukti yang ada. Keputusan yang dikeluarkan oleh BPSK ini bersifat final. Artinya tidak ada mekanisme banding jika ada pihak yang tidak puas atas keputusan tersebut.

c. Mengadu ke Lembaga Konsumen

UU Perlindungan Konsumen juga mengakui peran lembaga konsumen swadaya masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak konsumen. Konsumen yang merasa dirugikan dapat mengadu kepada lembaga konsumen.  Jumlah lembaga konsumen di Indonesia masih sedikit. Hampir semuanya hanya ada di kota. Lembaga Konsumen yang sudah terkenal adalah YLKI. Alamatnya: Alamat YLKI : Jl. Pancoran Barat VII/1 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Email     : konsumen@rad.net.id.  Telp : 021-7971378 / 7981858. Faksimili : 021- 7981038. Bagi konsumen yang berada di Yogyakarta dapat menghubungi Lembaga Konsumen Yogyakarta dengan alamat , Jl. Sukonandi II No 4a, Semaki,Tlp 0274-554457.

Tatacara pengaduan di lembaga konsumen adalah:

1. Mengisi formulir pengaduan yang berisi identitas pengadu, kronologi pengaduan dan tuntutan konsumen.

2. Menyerahkan fotokopi identitas

3. Membuat surat kuasa

4. Menyerahkan barang bukti.

Setelah menerima pengaduan, lembaga konsumen akan mempelajari kasusnya setelah itu menghubungi pelaku usaha untuk menyampaikan pengaduan konsumen. Kasus ini juga dilaporkan kepada instansi terkait sebagai tembusan. Misalnya dalam kasus Batavia Air ini, instansi terkaitnya adalah Departemen Perhubungan.

Apabila pelaku usaha memberikan tanggapannya, maka lembaga konsumen meneruskannya kepada konsumen. Biasanya pelaku usaha memberikan klarifikasi, meminta maaf dan bersedia memberikan ganti rugi kepada konsumen. Jika konsumen puas dengan tanggapan pelaku usaha, maka proses dinyatakan selesai.

Apabila tidak ada titik temu, maka lembaga konsumen akan bertindak sebagai mediator untuk mempertemukan antara pihak konsumen dan produsen.  Apabila telah dicapai kesepakatan, maka isi kesepakatan itu dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan. Tahap akhir dari proses mediasi adalah mengimplementasikan hasil kesepakatan.

Akan tetapi jika terjadi kebuntuan alias alias deadlock, maka kasus berlanjut ke proses pengadilan atau litigasi. Dalam hal ini, lembaga konsumen tidak lagi sebagai mediator yang berada di tengah-tengah, tetapi bertindak sebagai pembela konsumen. Dalam pengalaman, banyak kasus bisa selesai dalam proses mediasi.

d. Gugatan Kelompok

Pilihan berikutnya adalah gugatan kelompok atau class action. Jika ada banyak konsumen mengalami kerugian yang sama, maka dimungkinkan adanya gugatan kelompok. Gugatan dilakukan oleh salah satu konsumen saja, mengatasnamakan kelompok konsumen, namun keputusan hakim yang dijatuhkan berlaku untuk semua konsumen yang mengalami situasi yang sama. Misalnya, ada penumpang Batavia Air bernama pak Joko mengajukan gugatan class action. Jika hakim menjatuhkan putusan agar tergugat membayar gagti rugi sejumlah tertentu kepada pak Joko, maka konsumen lain yang mengalami nasib serupa (walau tidak ikut menggugat) dapat memperolah ganti rugi yang sama. Yang dibutuhkan hanyalah bukti transaksi.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi penumpang Batavia Air. Sesungguhnya Undang-undang Perlindungan Konsumen telah menyediakan seperangkat cara bagi konsumen untuk menuntut hak-haknya. Apalagi dalam UUPK ini juga diterapkan asas pembuktian terbalik untuk semakin memudahkan konsumen. Dalam asas peradilan umum, siapa yang menggugat maka dia berkewajiban untuk melakukan pembuktian. Akan tetapi dalam peradilan konsumen, kewajiban pembuktian itu dibebankan kepada pelaku usaha. Ambil contoh dalam kasus Batavia Air ini jika ada konsumen yang menggugat ganti rugi karena kehilangan peluang usaha gara-gara batal terbang, maka pihak tergugat yang berkewajiban membuktikan yang menyanggah adanya kerugian tersebut. Semoga bermanfaat.

[Penulis adalah deklarator Lembaga Konsumen Yogyakarta]

berita duka

Posted by jwid | Posted in Umum | Posted on 09-11-2012

0

Hari ini Jumat tgl 9 Nopember 2012 sekitar pukul 17.00 telah wafat Ayahanda teman kita mas Nanang Ismuhartoyo.

Semua Anggota Dewan Pengawas, Dewan Pengurus, Staf, dan Relawan Lembaga Konsumen Yogyakarta ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Arwahnya diterima disisiNya….Amin.

J.Widijantoro (Ketua LKY)