Sun. Apr 21st, 2024

PRESS RELEASE

STOP SHOPPING !!!! STOP KOMERSIALISASI !!!

STOP KONSUMSI PRODUK IMPOR !!!

BE CRITICAL AND SMART CONSUMERS !!

Salam Solidaritas Konsumen,

Yth. Teman-teman Media…

LKY telah lama prihatin dengan rendahnya kesadaran dan daya kritis konsumen, yang secara tidak langsung ikut berkontribusi pada munculnya berbagai persoalan perlindungan konsumen. Untuk itu, kali ini LKY bermaksud mengajak konsumen untuk menyadari peran dan fungsinya dengan mengubah perilaku dan pola konsumsinya, sehingga TIDAK KONSUMTIF dan BERSIKAP KRITIS DENGAN BERANI MENYUARAKAN HAK-HAKNYA.

Saatnya LKY bersuara,waktunya LKY mengingatkan…

Komersialisasi makin menjadi-jadi. Hampir tidak lagi tersisa ruang publik tanpa komersialisasi. Komersialisasi makin terasa dampaknya karena telah merambah juga di berbagai media, baik media penyiaran (elektronik) maupun media cetak. Komersialisasi tidak lain adalah eksploitasi terhadap kedaulatan konsumen. Komersialisasi terbukti telah MENCUCI OTAK dan MENGHILANGKAN KESADARAN konsumen sehingga menjadi MAKHLUK YANG KONSUMTIF. Komersialisasi mendistorsi NILAI KONSUMEN SEBAGAI MANUSIA. Komersialisasi makin terasa disetiap bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Keagamaan (apapun). Komersialisasi akhirnya mendistorsi dan menggeser hakekat bulan Ramadhan dan Hari Raya Keagamaan. Nilai-nilai religius telah digeser oleh Komersialisasi menjadi Nilai-nilai Konsumtif sehingga tanpa disadari, Kedaulatan Konsumen telah direnggut dan diinjak-injak.

MAKA YANG TERSISA ADALAH:

  1. Praktik periklanan yang menyesatkan terus merajalela; melalui berbagai cara, janji, iming-iming hadiah, discount, promo,dll konsumen digiring dan diarahkan untuk KONSUMTIF dan BELANJA YANG TIDAK DIBUTUHKAN. Iklan menyesatkan bahkan terus hadir setiap menit, setiap saat, di di setiap sudut ruang publik guna menjerat konsumen. Iklan menyesatkan bahkan hampir tak tersentuh perangkat dan penegak hukum, bahkan terkesan DIBIARKAN. MAKA…STOP SHOPPING !! JANGAN TERMAKAN IKLAN !!
  2. Pola Konsumsi yang SALAH. Akibat kendali komersialisasi dan iklan menyesatkan, POLA KONSUMSI telah digeser dan diarahkan semata-mata hanya untuk kepentingan bisnis/profit. Tanpa sadar, konsumen lebih mengkonsumsi demi tuntutan LIFE STYLE yang telah diciptakan oleh pemilik modal dan produsen. LIFE STYLE juga ditanamkan pada konsumen untuk selalu mengkonsumsi Produk Impor. Pola konsumsi akhirnya lebih didasarkan pada PEMENUHAN KEINGINAN SEMATA, dan bahkan sering TIDAK RASIONAL. MAKA…JADILAH KONSUMEN YANG CERDAS DAN KRITIS. MEMBELI DENGAN MENDASARKAN PADA KEBUTUHAN YANG SESUNGGUHNYA…
  3. Konsumen yang IMPORTED-PRODUCT MINDED. Seolah kedaulatan dan harkat martabat konsumen dilihat dari apa yang dikonsumsinya. KONSUMEN ADALAH MANUSIA YANG BERMARTABAT. Martabat konsumen BUKAN diukur dari Pola Konsumsi. Konsumsi yang benar berangkat dari kebutuhan, bukan keinginan. Martabat konsumen TIDAK DIUKUR dari konsumsi produk impor. Produk impor justru telah menjajah produk dalam negeri. MAKA… KONSUMSI PRODUK IMPOR SAMA DENGAN MEMBUNUH INDUSTRI DALAM NEGERI. MAKA…KONSUMSI PRODUK IMPOR tidak akan mensejahterakan bangsa sendiri melainkan MEMPERKAYA BANGSA LAIN. MAKA…JIKA MEMANG HARUS MEMBELI SESUATU…UTAMAKAN PRODUK DALAM NEGERI !!

UNTUK ITU, LKY MENYERUKAN PADA KONSUMEN INDONESIA….

  1. Sadarlah bahwa daya tawar konsumen di hadapan kekuatan pasar bebas sejatinya ada di tangan konsumen sendiri. Daya kritis dan pola konsumsi yang benar akan dapat MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN praktik bisnis yang menyesatkan dan tidak jujur..
  2. Sadarlah bahwa persoalan konsumen bukanlah persoalan individual. Sadarlah bahwa masalah perlindungan konsumen akan membaik di negeri ini jika setiap konsumen melihat permasalahan yang dihadapi sebagai persoalan BANYAK ORANG. Maka…kembangkan SOLIDARITAS KONSUMEN….WELCOME TO JOIN LKY sebagai gerakan solidaritas konsumen.
  3. STOP SHOPPING !!! BE CRTITICAL AND SMART CONSUMERS !! Dengan meningkatkan kesadaran dan daya kritis sebagai konsumen, kita akan mampu MENGENDALIKAN PASAR. JANGAN MAU DIJADIKAN OBYEK dan DIEKSPLOITASI.
  4. Persiapkan dan Sambut Hari Raya Lebaran dengan TIDAK KONSUMTIF. Andai memang harus membeli kebutuhan, UTAMAKAN PRODUK DALAM NEGERI dan jadilah Konsumen yang kritis…Laporkan…adukan…jika anda dirugikan atau melihat praktik bisnis yang tidak sehat/tidak benar. Konsumen punya HAK UNTUK DIDENGAR…MAKA..BERSUARA-LAH…

KEPADA PEMERINTAH INDONESIA…

1. SELAMATKAN NEGERI INI DARI PENJAJAHAN PRODUK IMPOR MELALUI PEMBERDAYAAN INDUSTRI DALAM NEGERI TERUTAMA UMKM DAN PETANI

2. LINDUNGI DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH KONSUMEN INDONESIA DENGAN MENGOPTIMALKAN OTORITAS DAN KEWENANGAN YANG ADA UNTUK MENGINTERVENSI DAN MENGAWASI PASAR

3. GUNAKAN ANGGARAN NEGARA UNTUK MEMPERBAIKI PERLINDUNGAN KONSUMEN MELALUI PENDIDIKAN KONSUMEN YANG SISTEMATIS DAN BERKELANJUTAN

MERDEKA !!!

PERSEMBAHAN LEMBAGA KONSUMEN YOGYAKARTA UNTUK INDONESIA

MENYONGSONG HARI KEMERDEKAAN RI KE 66

By Cholis

One thought on “PRESS RELEASE STOP SHOPPING”

Comments are closed.