Nasionalisme Konsumen

Era global berdampak pada masuknya barang dan jasa ke pasar domestik. Konsumen dihadapkan pada pilihan antara produk dalam negeri dan produk impor. Adakah dampak negatif yang ditimbulkan ketika konsumen cenderung mengkonsumsi produk impor?

Produk impor memang tidak selalu jelek dan berkualitas rendah. Bahkan produk impor seringkali justru lebih murah harganya daripada ┬áproduk domestik. Namun, kecenderungan konsumen mengkonsumsi produk impor terbukti ikut menentukan “kehidupan” industri domestik. Tanpa disadari, produk domestik justru tidak laku di negeri sendiri; dan akibat lebih jauhnya adalah pertumbuhan ekonomi yang terhambat serta menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tentu sebaliknya, makin banyak produk impor “laku” di negeri ini, makin mensejahterakan produsen asing.

Maka peran konsumen sangat signifikan dalam ikut serta meningkatkan neraca perdagangan dalam negeri melalui pola konsumsinya. Kesadaran untuk memilih produk dalam negeri ketimbang produk impor sangat penting. Konsumen mesti lebih kritis dalam menentukan produk pilihannya dan tidak semata-mata hanya didasari pertimbangan pribadi/kepentingannya saja, melainkan juga harus mempertimbangkan dampak negatifnya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Oleh karena itu dalam rangka membangun dan meningkatkan Nasionalisme Konsumen, LKY bekerjasama dengan YLKI menggelar Diskusi dan Workshop “Memperkuat Nasionalisme Konsumen di Era Globalisasi” bulan Oktober 2013 yang lalu. Harapannya tentu, peserta dapat menularkan kesadaran dan pengetahuannya kepada konsumen yang lain.

Selamat berjuang!