Wed. May 22nd, 2024

BBM Pertamina (VIVAnews/Nurcholis Anhari)

Yogyakarta, (tvOne).

Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) menilai rencana pemerintah untuk melarang pengguna kendaraan bermotor roda dua menggunakan bahan bakar minyak bersubsidi dianggap tak tepat. “Pengguna kendaraan roda dua adalah masyarakat menengah ke bawah. Mereka memilih menggunakan kendaraan roda dua karena tidak ada alternatif lain dalam angkutan publik,” kata Ketua LKY, Widijantoro di Yogyakarta, Jumat, (28/5).

Menurut Widijantoro, rencana pemerintah untuk melarang kendaraan roda dua menggunakan BBM jenis premium tersebut sama artinya dengan meminta masyarakat menengah ke bawah memberikan subsidi kepada masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih baik.

“BBM sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat sehingga pemerintah memang memiliki kewajiban untuk memberikan subsidi. Subsidi silang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin bukan untuk orang kaya,” ujarnya.

Saat ini, harga satu liter pertamax di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) adalah Rp7.350, hampir dua kali lipat dari harga premium yaitu Rp4.500 per liter. Dia mengandaikan, apabila kebijakan larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk pengguna kendaraan roda dua tersebut benar-benar dilaksanakan, pemerintah seharusnya sudah menyiapkan alternatif angkutan publik yang baik dan memadai.

Widijantoro mencontohkan, pemerintah di daerah seperti di Yogyakarta belum memiliki langkah konkret untuk menyediakan transportasi publik yang layak. “Apabila kebijakan larangan itu tetap dilakukan, pemerintah telah bertindak salah. Menciptakan transportasi publik yang layak dan murah menjadi tantangan bagi pemerintah, sehingga pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum,” katanya. (Ant)

Sumber: http://sosialbudaya.tvone.co.id/berita/view/39840/2010/05/28/larangan_premium_bersubsidi_bagi_motor_tak_tepat/

By Cholis

One thought on “Subsidi Bagi Pengendara Sepeda Motor”

Comments are closed.