Sun. Apr 21st, 2024

Persoalan konsumen muncul tidak hanya diakibatkan oleh ulah produsen maupun kebijakan pemerintah, namun juga dipengaruhi oleh perilaku konsumen sendiri. Salah satunya adalah rendahnya solidaritas konsumen. Contoh yang paling aktual adalah konsumsi gas 3 kg. Sudah jelas bahwa produk itu disubsidi pemerintah untuk konsumen menengah ke bawah (baca: miskin). Namun, apa yang terjadi?? Karena harga yang lebih murah,konsumen menengah atas pun (dalam rangka ngirit), ikut mengkonsumsi gas jatah konsumen yang berhak disubsidi.Tanpa disadari, konsumen miskin harus bersaing untuk memperoleh energi gas; lebih2 ketika kebijkan rayonisasi digulirkan.

Maka jelas disini arti penting solidaritas konsumen. Apabila solidaritas konsumen tidak tumbuh, maka perjuangan perlindungan konsumen jelas akan menghadapi kendala yang cukup signifikan.Solidaritas konsumen juga mengajak setiap konsumen untuk tidak melihat persoalan konsumen sebagai persoalan individual, melainkan persoalan bersama. Kekuatan tawar konsumen di hadapan dunia usaha dan pemerintah senantiasa akan kuat apabila secara bersama-sama berjuang. Ingatlah dan belajarlah dari kasus “Prita Mulyasari” yang memberi pengalaman sangat berharga akan sebuah solidaritas konsumen.

Maka, mari kita tumbuhkan solidaritas konsumen dan kita perkuat daya tawar. Ketika konsumen senantiasa dirampas hk-haknya dan ketika perlindungan yang seharusnya diberikan oleh pemerintah belum bisa dilakukan, maka yang harus dilakukan adalah memperkuat dan memberdayakan konsumen sebagai self protection. Dalam hal ini, mulai dari membangun solidaritas konsumen yang kuat. Salam konsumen, dukung LKY..

By Cholis

2 thoughts on “Solidaritas Konsumen”

Comments are closed.