Fri. May 17th, 2024

SEBUAH penelitian yang dipaparkan menjelang hari Lingkungan Hidup, menyebutkan kadar timbal (timah hi­tam) yang terkandung darah pegawai jalan tol sudah di atas ambang batas maksimum. Mereka yang setiap harinya bekerja di gerbang jalan tol ini terpaksa menghirup asap yang disemburkan ratu­san knalpot yang melintasi jalan tol.

 

Resiko yang sama juga terdapat pada orang‑orang yang pekerjaannya bersentuhan dengan jalan raya, seperti polisi lalu lintas, tukang parkir, penyapu jalanan, pengamen, pengasong dan pengemis. Padahal dalam semua bahan bakar kendaraan, baik solar maupun bensin, mengandung partikel timbal alias timah hitam.

Timbal merupakan salah satu jenis logam berat yang walaupun dalam jum­lah kecil dapat mengganggu kesehatan manusia.  Gangguan itu bisa berupa keracunan akut maupun akibat kumulatif. Gejala awal keracunan timbal bisa ditengarai dengan adanya perubahan sifat seperti mudah marah, cepat tersinggung, kele­suan atau depresi. Timbul juga ras muntah‑muntah, sembelit, hilang nafsu makan, kejang perut hingga gerakan otot tak terkoordinasi dan melemahnya otot kerja.

Timbal dapat masuk ke dalam tubuh kita berupa partikulat maupun gas. Yang dimaksud partikulat adalah benda padat atau cair yang sangat halus uku­rannya dan berada di udara (termasuk asap). Umumnya berukuran di bawah 5 mikron. Sebegitu kecilnya hingga dapat menerobos barikade bulu hidung dan perangkat di saluran napas, kemudian bertengger dl paru‑paru.

Mengganggu Kecerdasan

Semenjak boyongan ke rumah yang baru di New England‑Connecticut, Jessica (2 tahun) jadi sering rewel, terke­na iritasi dan mengeluh sakit perut. Sementara Nicholas, adiknya yang masih bayi sering mengigau. Tentu saja peruba­han perangai ini membuat pasangan orang tua Bruce dan Helene, menjadi bin­gung. Dokter yang memeriksanya hanya mengatakan kedua anak itu sakit perut biasa.

Hingga suatu saat Helene menemukan artikel tentang bahaya timbal. Gejala‑ge­jala keracunan yang ditunjukkan ternya­ta cocok dengan yang dialami anaknya. Bruce dan Helene lalu ingat, saat mereka merenovasi rumah, mereka menggu­nakan cat semprot. Mungkinkah cat itu mengandung timbal? Ternyata dugaan mereka benar, hasil tes menunjukkan ke­dua anaknya memang keracunan timbal.

 

 

Alat Rumah Tangga

Kisah keluarga Bruce yang dimuat ma­jalah Newsweek ini menunjukkan bahwa bahaya timbal tidak hanya bercokol di jalan raya saja, tapi bisa jadi sedang mengintai di dalarn rumah. Sumber yang potensial dari racun timbal adalah cat. Padahal kalau kita mencatat peralatan rumah tangga yang dilapisi cat, akan di­dapat sebuah daftar yang panjang. Mulai dari meja, kursi, lemari, tempat tidur pintu, jendela alat dapur hingga mainan anak. Semuanya tak luput dari jamahan cat.

Celakanya, sedikit saja cat itu terkelu­pas maka bisa mengancam penghuni rumah, terutama anak kesayangan kita. Penelitian‑penelitian yang pernah di­lakukan membuktikan bahwa timbal se­banyak tiga butir gula pasir saja mampu melemahkan kecerdasan anak‑anak. Pada keracunan tingkat rendah sang anak bisa menderita sakit perut dan kon­stipasi. Pada keracunan tingkat lanjut sang anak bisa mengalami kerusakan fungsi otak dan syaraf, termasuk men­galami kehilangan daya ingat, halusi­nasi, agresif, hiper aktif, kehilangan pen­dengaran, sukar berkonsentrasi, pertum­buhan melambat.

Di dalam tubuh, selain menyerang otak, timbal juga menyebabkan tubuh tak menyerap kalsium, serta merusak enzim‑enzim essensial.

 SumberTimbal

Hingga saat ini belum ada terapi penyembuhan akibat keracunan timbal yang biayanya terjangkau. Memang di Prancis telah ada terapi penyembuhan dengan cara memisahkan timbal dari darah. Tetapi biayanya luar biasa mahal. Karena itu ungkapan lebih baik mence­gah daripada mengobati sangat tepat kalau kita praktekkan di sini.

Berikut ini beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan re­siko keracunan timbal. Langkah pertama adalah memakai cat bebas timbal. Sa­yangnya cat jenis ini masih langka di Indonesia.

Karena itu, bila terpaksa masih memakai cat yang mengandung timbal, maka rajin‑rajinlah membersihkan sisa-­sisa cat yang terkelupas. Caranya bisa dengan menyedot dengan vaccuum clean­er atau mengelap permukaan perabotan dengan kain basah.

Jangan lupa memeriksa ulang mainan anak‑anak Anda. Biasanya, mainan yang terbuat dari kayu seperti balok susun mobil‑mobilan, senapan, topeng, dakon kuda‑kudaan telah dipoles cat warna­-warni untuk menarik hati anak.

Ini perlu diwaspadai benar karena anak suka mengulum mainannya atau memasukkan jari ke dalam mulut sete­lah memegang mainan. Mungkin saja ada cat yang terkelupas atau tertinggal di kuku anak sehingga bisa masuk ke dalam tubuh anak.

Dalam sebuah penelitiannya, Lembaga Konsumen Malaysia pernah menemukan timbal di dalam alat pewarna gambar seperti crayon dan pastel. Karenanya ketika membeli alat gambar untuk anak tercinta pilihlah yang berlabel non‑toxic atau toxic free.

Pengaruh Cuaca

Timbal juga ditemukan pada kerai jen­dela yang terbuat dari PVC. Timbal digu­nakan pada kerai agar kerai itu tidak lekas rusak karena sengatan sinar mata­hari.

Agar tidak berbahaya, timbal memang dikurung di bagian dalam plastik kerai. Tetapi perlu diingat, seiring perjalanan waktu dan pengaruh cuaca, plastik yang mengurung timbal itu bisa berkarat dan meninggalkan debu timbal di per­mukaan kerai.

Bila memang sudah terlanjur membe­li kerai jendela jenis PVC disarankan untuk meminimalkan resiko kontami­nasi dengan rajin mengelap kerai. Gunakan sarung tangan dan kain untuk mengelap. Jangan lupa mengenakan masker. Sesudah itu cuci atau buang sarung tangan atau kain lap itu.

Bila Anda ingin mengganti atau mem­beli kerai baru, carilah kerai metalik yang relatif lebih aman. Untuk memas­tikan kerai itu metalik (bukannya PVC), goreslah sedikit permukaan kerai. Bila dibalik goresan itu berwarna perak, be­rarti kerai metalik. Cara lainnya adalah dengan mencermati label. Pilih yang bertuliskan new formulation, non leaded formula (lead = timbal), no lead added atau new non‑leaded oily formulation Selain cat dan kerai, timbal juga bercokol di keramik. Karena itu, amati sekali lagi peralatan makan‑minum Anda. Terutama cangkir minuman, apakah ter­buat dari keramik?

Upaya yang terakhir, turut berpartisi­pasi mengurangi pengeluaran emisi kar­bon yang dikeluarkan oleh kendaraan. Seperti telah diberitakan media massa kota Jakarta merupakan salah satu kota yang udaranya paling kotor di seluruh dunia.

Penyumbang terbesar dari penyebab polusi ini adalah kendaraan bermotor. Karenanya, untuk mengurangi tingkat polusi udara pemerintah mencanangkan program langit biru.

Dalam program ini mulai diperke­nalkan jenis bahan bakar lain yang lebih ramah lingkungan yaitu Bahan Bakar Gas (BBG) dan Bensin tanpa timbal (Petro 2T). Bagi penduduk di luar Jakarta, penggunaan BBG memang belum memungkinkan.

Tetapi kita masih dapat mencegah po­lusi udara dengan menggunakan bensin tanpa timbal, memilih angkutan umum daripada kendaraan pribadi atau meng­gunakan kendaraan bebas polusi, sepeda onthel.

4 thoughts on “Timbal Bisa Mengurang Kecerdasan Anak”

Comments are closed.