Tue. May 21st, 2024

Sepulang dari perjalan dari Temanggung ke Jogja bersama rekan, akhirnya kami memutuskan untuk mengisi perut kami yg belum terisi dengan makan di gerai cepat saji yang sudah terkenal, dan gerainya buka 24 jam. Selain memesan menu yang kami makan di tepat, rekan juga memesan secangkir cofee untuk diminum diperjalanan ke rumah. Melujurlah cerita dibalik tulisan “Caution I’am Hot.

Karena ada kejadian ketika seorang pelanggan wanita , tertumpah kakinya oleh coffe panas yang baru saja dibelinya, dan wanita tersebut memenangkan tuntutan kepada gerai cepat saji terkenal itu. Tuntutan yang diajukan adalah kenapa tidak diberi peringatan pada cup coffe bahwa cofee tersebut panas.

Cerita diatas dikenal sebagai salah satu cerita dari “Blame Theory” dimana kesalahan bisa ditujukan kepada orang lain, padahal kesalah tersebut akibat dari kelalain sendiri. Dari kasus diatas, si wanita jelas lalai sehingga cofee bisa tertumpah di kakinya, dan jelas tahu bahwa cofee yang dibelinya adalah cofee panas.

http://vivirlatino.com/i/2008/07/mcdonalds-kid.jpgsumber : http://vivirlatino.com/i/2008/07/mcdonalds-kid.jpg

Blame Theory lainnya adalah tuntutan dari sesorang yang mengalami overweight. Tuntutan ditunjukan ke selluruh gerai cepat saji yang ada di kotanya, karena dianggap sebagai penyebah kenapa tubuhnya menjadi sangat gemuk.

Itu beberapa cerita mengenai Blame Theory yang cukup banyak kalau mau disajikan pada tulisan ini. Pengalihan kesalahan kepada orang lain sebenarnya sudah terjadi pada cerita kuno, yaitu ketika Adam, Hawa dan Ular saling menyalahkan, ketika ditanya siapa yang mengambil “buah” dari pohon “terlarang”.

Saling menyalahkan sepertinya sudah mendarah daging pada kehidupan kita, dari hal sederhana ketika kita mengalami suatu masalah yang sebenarnya diakibatkan oleh diri kita sendiri, tetapi kesalahan dilimpahkan kepada orang lain (Peng-Kambing Hitam-an).

Demikian juga hal yang terjadi di ranah sosial bangsa kita, salah menyalahkan menjadi hal yang biasa, sehingga solusi yang seharusnya diutamakan menjadi suatu lingkaran setan yang tak berujung.

Jadi seperi lagu tahun 89… Blame it on the rain… karena semuanya itu bukan salah saya … salah kan saja kepada hal lain…

Ditulis oleh Petrus Purnama

By Cholis

3 thoughts on “Blame Theory”
  1. hihiii jadi inget pada diri sendiri & lingkungan yang sudah mendarah daging budaya mengkambing hitamkan…

Comments are closed.